Film Sebagai Media Belajar – Teguh Trianton, S.Pd., M.Pd.

Film Sebagai Media Belajar – Film merupakan hiburan bagi masyarakat yang mampu menembus batas-batas kelas sosial. Kemampuan film menjangkau berbagai segmen kelas sosialmembuat film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayak penikmatnya. Nilai strategis film tidak hanya berperan sebagai hiburan, film berpotensi jadi media edukasi, yang dapat mengomunikasikan pesan pendidikan secara efektif, bahkan mampu mempengaruhi perilaku seseorang.

Seperti halnya karya sastra (novel, cerpen, drama, teater), di dalam film juga terdapat cerita, adegan (scene), dialog, kejadian, konflik, tokoh, penokohan, dan setting. Salah satu keunggulan film adalah mampu memvisualisasikan berbagai karakter manusia sehingga dengan mudah dapat mengintervensi atau mempengaruhi pikiran penonton. Di sinilah terlihat betapa film memiliki efektifitas dalam menanamkan nilai-nilai moral sebagai bagian dari aspek pendidikan karakter bangsa.

Buku ini ditulis sebagai salah satu referansi yang secara sederhana memberikan pemahaman tentang seluk beluk dunia perfilman dan nilai-nilai strategis film selain sebagai media hiburan. Kelebihan buku ini adalah pada gaya bertuturnya yang memakai gaya dialogis, sehingga pembaca akan merasa terlibat langsung dalam proses penyampaian informasi yang komunikatif.. Tumbasbuku.com

Film Sebagai Media Belajar
Penulis : Teguh Trianton, S.Pd., M.Pd.
ISBN : 978-602-262-074-7
Halaman : XII+92
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 46800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Arsitektur & Sosial Budaya Sumatera Utara – Julaihi Bin Wahid, Prof., DR, Ir. Bhakti Alamsyah, MT

Arsitektur & Sosial Budaya Sumatera Utara – Dalam arsitektur tradisional, tercermin kepribadian masyarakat tradisional, artinya bahwa arsitektur tradisional tersebut terpadu dalam wujud ideal, sosial, material dan kebudayaan. Di Sumatera Utara terdapat beberapa bentuk arsitektur tradisional diantaranya : Batak Toba, Batak Karo, Pak-pak Dairi, Batak Simalungun,  Mandailing, Melayu dan Nias. Satu dengan lainnya terdapat perbedaan, hal ini di sebabkan oleh pengaruh lingkungan kebudayaan dan pola kehidupan masyarakat masing-masing daerah. Sejalan dengan pelestarian adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah, maka bersamaan dengan kegiatan tersebut, pelestarian dan perawatan juga dilakukan terhadap bangunan-bangunan tradisionalnya terutama rumah-rumah adatnya.. Tumbasbuku.com

Arsitektur & Sosial Budaya Sumatera Utara
Penulis : Julaihi Bin Wahid, Prof., DR, Ir. Bhakti Alamsyah, MT
ISBN : 978-979-756-933-4
Halaman : VIII+198
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 92800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Perkawinan Beda Wangsa dalam Masyarakat Bali – I Nyoman Budiana

Perkawinan Beda Wangsa dalam Masyarakat Bali – Peran kelompok Islam di Cina kembali terkuak dengan adanya reformasi di Cina. Kebijakan reformasi Deng Xiaoping berhasil memunculkan Cina sebagai negara yang maju dan menandingi Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa. Dalam memperluas pengaruhnya di dunia internasional, Pemerintah Cina juga membutuhkan kelompok Islam di dalam negeri guna memperkuat diplomasi kepada negara-negara Islam di dunia. Etnis Muslim Hui (atau Etnis Hui), yang sebenarnya telah berperan sejak dulu dalam politik di Cina kembali mendapatkan perannya, sebagai bagian integral dari masyarakat Cina.  
Etnis Hui adalah salah satu etnis minoritas di Cina. Bersama dengan Etnis Uighur mereka adalah dua etnis minoritas terbesar yang kedua-duanya juga beragama Islam. Pada setiap sensus yang diadakan, Etnis Hui selalu berjumlah sekitar 10 juta jiwa. Hal ini sangat berbeda dengan pendapat Etnis Hui yang mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih banyak. Secara tidak resmi, kelompok Muslim mengatakan bahwa ada sekitar 65-100 juta Muslim di Cina, yang mayoritas adalah Etnis Hui dan Etnis Uighur. Jumlah ini mencapai 7,5% dari keseluruhan penduduk Cina. Berbeda dengan Etnis Uighur yang penuh dengan masalah pemberontakan dan disintegrasi, Etnis Hui tidak melakukan pemberontakan dan terkesan nyaman dengan identitas kenegaraan dan nasionalisme Cina.
Buku ini menjelaskan tentang integrasi Etnis Hui yang telah berlangsung lebih dari 13 abad dan ketokohan Etnis Hui yang diakui secara nasional dan dalam sejarah Cina. Buku ini juga menjelaskan pentingnya kebijakan pemerintah dalam bidang bahasa, budaya, pemberian otonomi daerah dan kebijakan ekonomi khusus untuk menunjang pembangunan dan memperkuat semangat integrasi Etnis Hui dalam kerangka nasionalisme Cina.
. Tumbasbuku.com

Perkawinan Beda Wangsa dalam Masyarakat Bali
Penulis : I Nyoman Budiana
ISBN : 978-979-756-463-6
Halaman : x+154
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 73800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Penelitian Kebudayaan Sebuah Panduan – Esther Kuntjara

Penelitian Kebudayaan Sebuah Panduan – Peran kelompok Islam di Cina kembali terkuak dengan adanya reformasi di Cina. Kebijakan reformasi Deng Xiaoping berhasil memunculkan Cina sebagai negara yang maju dan menandingi Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa. Dalam memperluas pengaruhnya di dunia internasional, Pemerintah Cina juga membutuhkan kelompok Islam di dalam negeri guna memperkuat diplomasi kepada negara-negara Islam di dunia. Etnis Muslim Hui (atau Etnis Hui), yang sebenarnya telah berperan sejak dulu dalam politik di Cina kembali mendapatkan perannya, sebagai bagian integral dari masyarakat Cina.  
Etnis Hui adalah salah satu etnis minoritas di Cina. Bersama dengan Etnis Uighur mereka adalah dua etnis minoritas terbesar yang kedua-duanya juga beragama Islam. Pada setiap sensus yang diadakan, Etnis Hui selalu berjumlah sekitar 10 juta jiwa. Hal ini sangat berbeda dengan pendapat Etnis Hui yang mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih banyak. Secara tidak resmi, kelompok Muslim mengatakan bahwa ada sekitar 65-100 juta Muslim di Cina, yang mayoritas adalah Etnis Hui dan Etnis Uighur. Jumlah ini mencapai 7,5% dari keseluruhan penduduk Cina. Berbeda dengan Etnis Uighur yang penuh dengan masalah pemberontakan dan disintegrasi, Etnis Hui tidak melakukan pemberontakan dan terkesan nyaman dengan identitas kenegaraan dan nasionalisme Cina.
Buku ini menjelaskan tentang integrasi Etnis Hui yang telah berlangsung lebih dari 13 abad dan ketokohan Etnis Hui yang diakui secara nasional dan dalam sejarah Cina. Buku ini juga menjelaskan pentingnya kebijakan pemerintah dalam bidang bahasa, budaya, pemberian otonomi daerah dan kebijakan ekonomi khusus untuk menunjang pembangunan dan memperkuat semangat integrasi Etnis Hui dalam kerangka nasionalisme Cina.
. Tumbasbuku.com

Penelitian Kebudayaan Sebuah Panduan
Penulis : Esther Kuntjara
ISBN : 979-756-130-0
Halaman : VIII+136
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 64800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Sosial – Dr. Basilius Redan Werang, S.S., S.Sos., JCL

Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Sosial – Penerbit: CalpulisGraha Ilmu sebagai Distributor Siapa bilang 'penelitian itu sulit'! Ungkapan salah seorang teman saya ini cukup menggelitik pikiran dan nurani saya ketika menyaksikan begitu banyak mahasiswa yang 'gagal lulus dengan cepat' karena terganjal oleh kewajiban menulis Tugas Akhir (skripsi). Cukup banyak mahasiswa bahkan sudah mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi masalah dan menetapkan masalah yang akan diteliti. Eksistensi 'masalah' sangat penting dalam sebuah penelitian, bukan hanya karena menjadi dasar penetapan judul penelitian, melainkan juga menjadi dasar bagi pelaksanaan penelitian itu sendiri. Penelitian selalu bermuara pada upaya peneliti dalam memberikan solusi bagi penyelesaian masalah yang terus “membalut” manusia dan kehidupannya. Buku Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Sosial ini merupakan salah satu upaya membantu para pembaca yang ingin menyusun proposal dan laporan hasil penelitian. Buku yang berisikan sepuluh bab ini tidak hanya menyajikan konsep-konsep teoretis, tetapi juga memberikan tips-tips dan contoh-contoh praktis yang berkaitan dengan penetapan judul, rumusan masalah, hipotesis, kerangka pikir. Semoga bermanfaat!
. Tumbasbuku.com

Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Sosial
Penulis : Dr. Basilius Redan Werang, S.S., S.Sos., JCL
ISBN : 978-602-73097-1-5
Halaman : VIII+172
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 82800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Kelestarian Budaya dan Adat Bali dalam Permukiman Perdesaan – Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si

Kelestarian Budaya dan Adat Bali dalam Permukiman Perdesaan – Konsep Tri Hita Karana (THK) merupakan konsep normatif yang menjamin keharmonisan hubungan tetap adaptif dalam mengakomodasi penyebab perubahan lingkungan permukiman. Derasnya pengaruh modernisasi hanya mengubah fungsi sosial ekonomi, sedangkan kehidupan keagamaan dan struktur spasial relatif tetap. Kokohnya pertahanan tersebut disebabkan kuatnya kepercayaan masyarakat pada THK. THK sebagai wujud kearifan lokal dan pelestarian lingkungan memberi kontribusi pada proses perubahan yang berlangsung secara evolutif dan revolutif. Perubahan tersebut direspon dengan kemampuan adaptasi yang dilandasi oleh keharmonisan hubungan antarkompenen lingkungan dengan tujuan menjamin pelestarian fungsi dan keberlanjutan lingkungan.
Gejala peningkatan kegiatan masyarakat sebagai akibat dari pembangunan di berbagai sektor menuntut pemenuhan kebutuhan akan lahan. Hal inilah yang kemudian berimplikasi pada penataan lingkungan permukiman pedesaan. Dengan adanya pergeseran orientasi horisontal ke vertikal, diperlukan model pengembangan lingkungan pemukiman pedesaan yang berbasis THK. Dengan model seperti ini, diharapkan mampu menjaga kelestarian permukiman tradisional di pedesaan Bali yang bisa memperkokoh aset budaya bangsa sekaligus sebagai penyangga adat dan budaya Bali.. Tumbasbuku.com

Kelestarian Budaya dan Adat Bali dalam Permukiman Perdesaan
Penulis : Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si
ISBN : 978-602-262-517-9
Halaman : VIII+156
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 78800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Poros Kebudayaan Jawa – Dr. Sutiyono

Poros Kebudayaan Jawa – Salah satu upacara Jawa yang masih sering dilaksanakan masyarakat petani pedesaan adalah slametan. Slametan merupakan bentuk aktivitas sosial berujud upacara yang dilakukan secara tradisional. Upacara slametan masih dianggap sebagai aktivitas  penting  untuk mencari keselamatan, ketenangan, dan terjadinya keseimbangan kosmos atau terjaganya hubungan harmonis antara mikrokosmos dan makrokosmos. Sekarang, sinyalemen itu mulai bergeser, bahwa slametan itu mengharmoniskan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa.
Aspek terpenting dalam upacara slametan adalah mitos kepercayaan. Tanpa hadirnya mitos kepercayaan, tentu upacara ini tidak memiliki roh, yang berarti akan mudah ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya. Oleh karena itu, upacara slametan dianggap sebagai salah satu elemen kebudayaan Jawa yang paling sulit untuk berubah dibanding dengan elemen kebudayaan Jawa yang lain. Namun demikian terdapat kecenderungan  dari waktu ke waktu mengalami pergeseran, meskipun pada intinya dari upacara tersebut tetap sama. Semua aktivitas kebudayaan Jawa selalu diikutkan satu aktivitas penting yakni  upacara slemetan, dan di sinilah upacara tersebut menjadi Poros Kebudayaan Jawa.. Buku berjudul Poros Kebudayaan Jawa ini secara umum membicarakan tentang pemaparan  kebudayaan Jawa yang dikonstruksi secara kultural melalui representasi gerakan siktretisme Jawa-Islam. Selamat membaca!
. Tumbasbuku.com

Poros Kebudayaan Jawa
Penulis : Dr. Sutiyono
ISBN : 978-602-262-014-3
Halaman : XII+150
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 72800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Gunungan; Nilai-nilai Filsafat Jawa – Agus Purwoko

Gunungan; Nilai-nilai Filsafat Jawa – Gunungan wayang kulit purwa atau Kayon adalah simbol hidup, gambaran hidup alam semesta beserta isinya. Menjadi simbol hidup karena dalam pertunjukkan wayang kulit apabila kayon belum digerakkan oleh sang dalang maka berarti belum ada kehidupan, masih kosong, sepi, tak ada gerak, tidak ada dinamika. ‘Bedhol kayon’ atau saat pertama kali gunungan dicabut dari panggung pakeliran kemudian digerakkan oleh dalang menjadi tanda awal mula kehidupan wayang, semua tokoh wayang akan hidup sesuai peran masing-masing. Gerak wayang gunungan layaknya detak jantung bagi kehidupan wayang. Gunungan merupakan gambaran alam semesta beserta isinya, di dalam sebuah wayang gunungan tergambar aneka kehidupan yakni kehidupan tumbuhan yang dilambangkan dengan gambar pohon besar yang teduh dan rindang, kehidupan hewan digambarkan dengan aneka macam binatang hutan seperti harimau, banteng, kera, burung dan sebagainya, kehidupan manusia/dewa terlukis pada pintu gerbang gapura berupa gambar Kamajaya-Kamaratih. Peran gunungan dalam panggung pakeliran tak hanya sekedar penghias panggung pagelaran, tetapi menjadi tanda pergantian waktu ‘pathet gendhing’ pengiring pertunjukkan wayang sekaligus sebagai tanda pergantian adegan. Fungsi lainnya adalah sebagai pengganti wayang yang tidak ada (tidak dapat divisualkan) misalnya: api, angin, air, debu, gapura kerajaan, istana, gunung, laut, daya kesaktian tokoh wayang dan masih banyak lagi.
Sangat menarik bila mengulas tentang boneka pipih yang bentuknya mirip jantung ini sebab di dalamnya terkandung nilai-nilai filsafat Jawa yang ‘adiluhung’. Ditinjau secara keseluruhan baik dari segi nama/sebutan, bentuk dan ornamen wayang gunungan, maupun tata cara penancapannya dalam panggung pakeliran, Gunungan wayang kulit purwa merupakan lambang suatu konsep seni widya yakni filsafat dan pendidikan yang dapat dipakai sebagai pedoman hidup guna meningkatkan kesadaran budi, kedewasaan jiwa dan moralitas individu dalam hidup bermasyarakat. Buku ini hadir bagi Anda yang ingin mempelajari wayang secara mendalam utamanya tentang simbol-simbol filsafat dan pendidikan yang tersirat dalam wayang Gunungan.
. Tumbasbuku.com

Gunungan; Nilai-nilai Filsafat Jawa
Penulis : Agus Purwoko
ISBN : 978-602-262-042-6
Halaman : X+130
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 63800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111

Komunikasi Sosial Budaya – Suranto AW

Komunikasi Sosial Budaya – Peran kelompok Islam di Cina kembali terkuak dengan adanya reformasi di Cina. Kebijakan reformasi Deng Xiaoping berhasil memunculkan Cina sebagai negara yang maju dan menandingi Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa. Dalam memperluas pengaruhnya di dunia internasional, Pemerintah Cina juga membutuhkan kelompok Islam di dalam negeri guna memperkuat diplomasi kepada negara-negara Islam di dunia. Etnis Muslim Hui (atau Etnis Hui), yang sebenarnya telah berperan sejak dulu dalam politik di Cina kembali mendapatkan perannya, sebagai bagian integral dari masyarakat Cina.  
Etnis Hui adalah salah satu etnis minoritas di Cina. Bersama dengan Etnis Uighur mereka adalah dua etnis minoritas terbesar yang kedua-duanya juga beragama Islam. Pada setiap sensus yang diadakan, Etnis Hui selalu berjumlah sekitar 10 juta jiwa. Hal ini sangat berbeda dengan pendapat Etnis Hui yang mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih banyak. Secara tidak resmi, kelompok Muslim mengatakan bahwa ada sekitar 65-100 juta Muslim di Cina, yang mayoritas adalah Etnis Hui dan Etnis Uighur. Jumlah ini mencapai 7,5% dari keseluruhan penduduk Cina. Berbeda dengan Etnis Uighur yang penuh dengan masalah pemberontakan dan disintegrasi, Etnis Hui tidak melakukan pemberontakan dan terkesan nyaman dengan identitas kenegaraan dan nasionalisme Cina.
Buku ini menjelaskan tentang integrasi Etnis Hui yang telah berlangsung lebih dari 13 abad dan ketokohan Etnis Hui yang diakui secara nasional dan dalam sejarah Cina. Buku ini juga menjelaskan pentingnya kebijakan pemerintah dalam bidang bahasa, budaya, pemberian otonomi daerah dan kebijakan ekonomi khusus untuk menunjang pembangunan dan memperkuat semangat integrasi Etnis Hui dalam kerangka nasionalisme Cina.
. Tumbasbuku.com

Komunikasi Sosial Budaya
Penulis : Suranto AW
ISBN : 978-979-756-647-0
Halaman : X+266
Tahun Terbit :
Harga : Rp. 124800

Stock Buku ada di Penerbit. Bagi yang ingin melakukan pemesanan via form order atau SMS / Wa 08562954111